Kota kenangan
Dingin hembusan angin menerpa
Berdiri di depan rumah 'baru' membuat nya bingung harus apa
Semuanya terasa asing baginya
Dulu sebelum hari itu tiba
Segalanya nampak biasa saja
Dia bahagia dengannya
Dia dengannya biasa berjalan santai di pagi hari
Lalu menyusuri jalanan di malam hari
Meninggalkan kenangan di setiap sudut kota ini
Selalu ada cerita, lelucon, hingga nyanyian klasik namun cukup menghibur
Sayang sang waktu tak mau diputar mundur
Dia rindu sapanya
Dia rindu hadirnya
Dia rindu tawanya
Tapi dia siapa?
Cukup tahu diri
Membuat dia harus menarik batas hingga ke tepi
Lebih baik memilih sendiri
Kini kota ini hanya bisa membuat dia sesak
Mengingatkan dia tentang perih luka yang terkoyak
Karenanya yang hilang tanpa meninggalkan jejak
Comments
Post a Comment