Kisah Kita
Kisah Kita
Pertemuan kita tuhan yang mengatur
Bagai bidak diatas papan catur
Kau dan aku hanya bisa berjalan maju atau mundur
Berawal dari sebuah kata sapa
Lalu menjadi percakapan 'Hari ini kita kemana?'
Semua tampak mudah awalnya
Duduk diatas roda dua
Bertukar cerita sembari menikmati hiruk pikuk kota
Berbagi tangis dan tawa
Semuanya sudah menjadi hal biasa
Walau sering kali harus kutahan debaran jantung saat kita sedang bersama
Waktu terus berlalu
Kebersamaan kita perlahan menumbuhkan rasa itu
Namun suatu ketika kau memaksaku untuk mundur
Membuatku menjauh seakan tak ada lagi harap untukku
Sikapmu menimbulkan ragu dalam benakku
Seharusnya aku tak boleh memiliki rasa itu
Comments
Post a Comment