6 Days
6 Hari bersama Dia
Hari Pertama
Lidahku kelu tak sanggup untuk menyapa
Detak jantung tak menentu tatkala raga ini bertemu dengannya
Aroma tubuhnya menyeruak memaksa membuka luka lama
Basa basi klasik menjadi awal bincang sepasang manusia
Malam tiba dan kecanggunganpun perlahan sirna
Maaf.. tapi biarkan aku egois untuk malam ini saja
Hari Kedua
Ternyata dia belum banyak berubah
Kejadian semalam dianggapnya angin lalu belaka
Dia rengkuh aku ke dalam dekapannya
Penolakan dariku tak berarti apa apa
Akupun luluh ketika melihatnya memohon dengan mata sayunya
Tak dapat dipungkiri ada rasa hangat dan nyaman di dalamnya
Tapi entah mengapa semakin erat pelukan darinya semakin tak dapat kubendung deras air mata
Mungkin terlalu banyak beban yang dirasa hingga hanya butuh untuk saling bersandar saja
Mencoba memahami dan mengerti dalam keheningan yang melanda
Hari Ketiga
Pagi menyapa
Kuharap kemarin hanyalah bunga tidur yang seakan nyata
Kupaksakan senyum dibibirku agar hari ini terasa sempurna
Sejenak meninggalkan tempat yang sesak akan kenangan bersama
Agar dapat bernafas lega
Ku upayakan segalanya
Meskipun harus menahan perih di dada
Namun yang kudapat hanyalah wajahnya kembali bermuram durja
Teringat segala tentang perempuan yang jauh disana
Aku menyerah!
Hari Keempat
Aku melepasnya
Dan aku merelakannya
Karena menurutku ikhlas adalah bentuk cinta yang paling mulia
Aku hanya ingin membuat momen bahagia dengannya
Yang dipenuhi oleh gelak tawa riang canda
Tidak ada lagi derai air mata karna rasa kecewa
Serta akan kusudahi harap untuk sebuah kata maaf darinya
Gelapnya malam membuatku tersadar
Bahwa 6 bulan terakhir cukup untuk mengubahnya
Dia tidak seperti yang dulu, dia berbeda...
Hari Kelima
Tak ada yang spesial
Aku dan dia kembali menjadi sepasang teman
Teman
Oke
Hanya "Teman"
Hari Keenam
Jauh lebih ringan
Seperti tak ada beban
Dia pernah bilang 'Namanya juga Kehidupan'
Kulambaikan tanganku untuk salam perpisahan
Ya
Kita berpisah
Dia kembali ke kotanya
Bersenang senang dengan lusinan wanitanya
Lalu aku? Tentu saja kembali ke realita
Menghadapi kenyataan yang ada
Terus menjalani hari seolah kemarin hanya bagian intermezzo dari sebuah buku cerita
Comments
Post a Comment