My Days (4)
Selasa, 27 Oktober 2021
Pukul 13.00
*Missed Call (Nana)*
Nana adalah teman dekatku, kita seringkali bertukar cerita mengenai apa saja, dan biasanya hal itu kita lakukan ketika malam hari. Namun kali ini berbeda, tak biasanya Nana menelfonku di siang hari.Tanpa berpikir panjang langsung saja aku mengiriminya pesan.
Kenapa na? Tadi gue lagi di kamar mandi
Berselang beberapa menit ada pesan masuk dari Nana
Angkat telfon gue ya dit
*Incoming Video Call (Nana)*
"Lah tumben ni anak video call" batinku
Ku angkat telfon darinya, lalu di layar handphoneku sudah terpampang wajahnya. Wajah yang tersenyum namun aku tau dalam hatinya sedang menangis. Beberapa bulan terakhir cukup berat buatnya. Dan yang aku bisa lakukan hanya berusaha untuk tetap disampingnya sampai kapanpun.
"Eh bentar bentar kok video call si haha, kenapa?? R U Okay sist?"
"Ditaaa kangenn!!!" Teriak Nana
"APALAGI GUEEE NA!! Gue offcam yak lagi kucel nih hahaha"
"Yah padahal ada yang nyariin lo nih!"
"Hah?!"
"Iya ini orangnya"
HP Nana sudah berpindah ke tangan orang lain. Orang yang membuatku terpaku beberapa saat memandangi layar handphone. Disana, dia duduk sambil melambaikan tangan ke arah kamera dan berkata "Hai Dit!"
"Oh hai yud! hai nad! apakabarr?" sapaku ke dua orang disebelahnya
"Kok yuda sama onad doang si yang disapa, ada gue lo ini lagi ngomong sama lo! Halo!!" katanya sedikit sebal
"Iyaiya hahaha, sensian amat lo. Jadi gimana?"tanyaku
"Gimana apanya?"
"Kisah percintaan lo! Ya kabar lo lah!"
"Hehe, i am totally messed up everything"
"Ngga gila kan?"
"Dikit"
"Eh nana mana anjir, kenapa berasa gue vidcall an sama lo doang gini si"
"Yauda si, emang lo ngga kangen gue?"
Kalimat itu, meskipun hanya sebuah candaan, tapi rasanya berat untuk bisa menjawabnya
"Kangen banget sama nana yuda onad"
"Gue nya engga?"
"Engga. Udah banyak pasti yang kangen sama lo, ngapain gue ikutan"
"Jangan gitu Dit, tu anak katanya mo nyamperin lo kesana. Bilangnya si self reward sekalian jadiin healing trip. Padahal aslinya cuma kangen lo, pengen ketemu lo" Sahut Onad yang terlihat gemas dengan kita berdua.
"Aduh lagi butuh apa si lo? Sini gue beliin. Peka ngga tuh gue haha"
"HAHAHAHAHAHAH" semuanya tertawa mendengar jawabanku
Sekarang HP sudah ada ditangan Nana.
"Dit, udahan dulu ya, gue mau balik, tar lanjut lagi okey?"
"Atiati dijalan, jangan banyak bengong! Dahh Na"
"Dahh Dit"
*Called ended*
Sekuat apapun aku mencoba mengeraskan hatiku nyatanya selalu saja aku kembali luluh kepadanya. Matanya, wajahnya, suaranya. Segala tentangnya memang tak akan pernah mudah.

Comments
Post a Comment