Choice : Prolog
PROLOG
Ketika kita dihadapkan pada situasi yang membuat kita harus memilih
Memilih untuk diam atau bicara
Memilih melangkah maju atau mundur
Memilih untuk bertahan atau meninggalkan
Berjuang atau berhenti
Kenangan atau harapan
Kita atau mereka
Aku atau dia ...
Alea seketika membeku mendengar ucapan dari Ezra. Sering kali Ezra usil menggodanya. Tetapi kali ini berbeda, Ezra sepertinya tidak sedang mengerjainya, tak ada raut bercanda di wajah Ezra. Ezra menepuk lembut pundak Alea lalu tersenyum seraya mengangguk memberikan keyakinan kepada Alea.
Dengan sedikit berlari, Alea menuju ke taman belakang. Tak peduli lagi ia akan pestanya, yang terpenting saat ini ia harus segera tiba di tempat itu. Tempat yang penuh sesak akan segala kenangannya. Meski terbesit keraguan di hatinya, walaupun dengan gemuruh hebat di dadanya dan kemungkinan-kemungkinan yang berkecamuk dalam pikirannya, Alea tetap melangkahkan kakinya kesana.
Saat ini Alea sedang berada di taman belakang. Berdiri tepat di depan ayunan kayu yang menggantung pada dahan pohon besar. Gaun baby pink selutut dengan sedikit riasan sederhana dan rambut yang terurai indah serta flatshoes berwarna senada membuat Alea tampak sempurna malam ini.
Sudah 15 menit berlalu dan Alea masih saja berdiri mematung, sibuk dengan hati dan pikirannya. Entah apakah perkataan Ezra benar atau hanya sekedar gurauan.
Dingin hembusan angin malam menerpa kulitnya, Alea mendesah pelan, kemudian memejamkan matanya rapat-rapat. Teringat kembali cerita-cerita hidupnya yang penuh dengan kejutan beberapa bulan terakhir. Kisah hidup yang takkan pernah ia lupakan.
Comments
Post a Comment